Postingan

Teori Sikap (analisis perilaku konsumen)

Analisis Teori Sikap A. Latar Belakang Perkembangan zaman saat ini menuntut konsumen bersikap pintar, cermat, efisien dan efektif dalam memilih produk yang diinginkan. Dengan adanya sikap itu, maka konsumen tidak akan kecewa dengan apa yang telah mereka beli (action). Dalam kehidupan sehari-hari konsumen dihadapi dengan berbagai kebutuhan yang tiada henti, salah satunya kebutuhan dalam memilih produk sepatu karena memang pada dasarnya manusia tidak lepas dari kebutuhan dan tidak akan terpuaskan dari kebutuhan mereka. Dengan meningkatnya permintaan konsumen dari berbagai produk, maka produsen berusaha akan memenuhi kebutuhan yang konsumen inginkan. Dengan itu, produsen menciptakan berbagai produk yang bervariatif serta barbagai pilihan produk itu sendiri. Bahkan produsen akan menciptakan produk yang sebelumnya belum pernah dibutuhkan oleh konsumen. Inovasi-inovasi inilah yang menjadi dilema bagi konsumen, apakah mereka akan mengambil keputusan berdasarkan keinginan atau kebutuhan. M...

Resistance

Pengertian resistance menurut kamus konseling dan terapi adalah suatu suasana antiterapeutik klien yang ditandai ketidak bersediaan dan kegagalan kerja sama dalam konseling atau terapi dan sering berhubungan dengan rasa cemas, bermusuhan, atau sikap tidak percaya, dalam psikoanalisis freud, resistensi itu dianalisis dan diinterprestasikan hakikatnya karena di yakini bahwa dalam resistensi terdapat kecemasan dan konflik sebagai isi-isi ketidaksadaran yang signifikan bagi masalah atau kesulitan klien. Freud memandang bahwa resistensi merupakan suatu dinamika yang tidak disadari untuk mempertahankan kecemasan. Resistensi atau penolakan adalah keengganan klien untuk mengungkapkan materi ketidaksadaran yang mengancam dirinya, yang berarti ada pertahanan diri terhadap kecemasan yang dialaminya. Apabila hal ini terjadi, maka sebenarnya merupakan kewajaran. Namun, yang penting bagi konselor adalah bagaimana pertahanan diri tersebut dapat diterobos sehingga dapat teramati, untuk selanjutnya di...

Makna Emosi dalam Perspektif Lintas Budaya

Menurut psikologi Amerika, emosi mengandung makna personal yang amat kental karna psikologi amerika mengandung perasaan batin (inner feeling), dalam budaya lain emosi memiliki peran yang berbeda, misanya banyak budaya yang menganggap emosi sebagai pernyataan-pernyataan tentang hubungan antara orang dan lingkungannya, bagi orang Ifaluk di Mikronesia (Lutz,1983) maupun orang Tahiti (Levy,1983) emosi merupakan pernyataan  mengenai hubungan- hubungan sosial dan lingkungan fisik. Sedangkan konsep jepang menunjukan pada hubungan ketergantungan antara dua orang. a. Penelitian Psikologi Lintas Budaya tentang Emosi Beberapa perbedaan penting antara penelitian psikologi lintas budaya tentang emosi dengan penelitian antropologis dan etnografis. Satu perbedaan pentingnya adalah bahwa psikolog biasanya mendefinisikan terlebih dahulu apa yang tercakup sebagai emosi dan aspek mana dari definisi tersebut yang akan dikaji. Perbedaan kultural dalam konsep dan definisi emosi, menjadi hambatan bag...

Teknik rapport dalam konseling

Komunikasi antara konselor dengan klien akan lebih mudah apabila sudah terbentuk hubungan baik (rapport). Rapport adalah hubungan baik antara konselor dan konseli dengan menunjukkan kerjasama yang optimal (Wibowo, 1986:115). Di dalam rapport terjadi suatu kondisi saling memahami, mengenal tujuan bersama dan tercipta hubungan yang akrab sehingga menumbuhkan rasa saling percaya. Tujuan utama rapport adalah untuk menjembatani hubungan konselor dan klien, sikap penerimaan dan minat yang mendalam terhadap klien dan masalahnya. Teknik Rapport dalam konseling merupakan suatu kondisi saling memahami dan mengenal tujuan bersama. Tujuan utama teknik ini adalah untuk menjembatani hubungan antara konselor dengan klien, penerimaan dan minat yang mendalam terhadap klien dan masalahnya. Melalui teknik ini akan tercipta hubungan yang akrab antara konselor dan klien yang ditandai dengan saling mempercayai. Implementasi teknik rapport dalam konseling adalah: (1) pemberian salam yang menyenangkan, (2) m...

Rational Emotive Therapy

Peran dan Karakteristik Konselor berdasarkan RET Konselor dalam proses konseling pendekatan rasional-emotif  berperan aktif, direktif, namun tetap obyektif. Aktif disini bermakna berbicara, mengkonfrontasikan (yang irrasional), menafsirkan, menyerang falsafah yang menyalahkan diri. Direktif, berarti menerangkan ketidakrasionalan yang dialami & yang ditunjukkan (verbal, sikap, perilaku), membujuk, mengajari klien untuk menggunakan metode-metode perilaku (PR, desentisasi, latihan asertif, dsb). Konselor meyakinkan konseli bahwa pikiran rasional dan irrasional harus dipisahkan. Selain itu juga menunjukkan bahwa pikiran irrasional itu merupakan sumber dari permasalahan yang sedang dihadapi konseli. Pada pendekatan rasional-emotif juga Konselor dapat mengambil peran sebagai model bagi konseli untuk membebaskan diri dari pikiran irrasional. Peranan konselor dalam proses konseling rasional-emotif lainnya yaitu : 1. Peranan konselor ialah berusaha menunjukkan kepada klien bahwa mas...

Konselor, psikolog dan pskiater

Konselor psikolog dan pskiater Bimbingan dan Konseling mungkin baru dikenal oleh masyarakat umum beberapa waktu silam. Yah memang awalnya masyarakat umum sangat asing dengan istilah yang satu ini. Bahkan mereka masih menganggap bahwa bimbingan dan konseling adalah ilmu yang berkaitan dengan psikologi. Padahal itu adalah dua rumpun ilmu yang sepertinaya tidak dapat disatukan apalagi disamakan. Kedua rumpun ilmu tersebut hanya mampu saling melengkapi satu sama lain. Seperti apa perbedaan keduanya? Mungkin ilustrasi ini dapat membantu kita terutama masyarakat umum membedakan antara konseling psikolog dan pskiater. kasus yang sama dengan respon yang berbeda dapat membedakan pemberian layanan yang diberikan. Misalnya : "seorang gadis dikabarkan putus cinta dan mengurung diri dikamar. Hari pertama gadis tersebut tidak mau makan bahkan keluar dari pintu kamar. Hari kedua gadis tersebut mulai berteriak seorang diri. Hari ketiga gadis tersebut seperti tak dapat menahan emosi ...

Jack

Suatu hari ada seorang janda miskin yang mempumya putra tunggal, bernama Jack. Dia anak yang baik dan penyayang tetapi pemalas. Seiring berjalannya waktu, janda tersebut semakin miskin dan miskin sampai dia tidak memiliki apapun kecuali seekor sapi. Dan sepanjang waktu, Jack tumbuh semakin malas. Suatu hari ibu Jack berkata padanya,”Besok kamu harus menjual sapi itu ke pasar. Semakin banyak uang yang kamu dapat lebih baik, karna kita tidak mempunya apa-apa lagi”. Keesokan pagi Jack bangun lebih awal dari biasanya, menggantugkan sebuah terompet tanduk di bahunya dan pergi menjual sapi tersebut. Dalam perjalanan menuju pasar dia bertemu dengan seorang kakek kerdil yang aneh. “Selamat pagi, nak”. Ucap kakek itu. “Kemana kamu akan pergi bersama sapi yang gemuk itu?”. “Aku akan membawanya ke pasar”, Jawab Jack. “Sepertinya kamu cukup pintar untuk menjual sapi! Coba tebak dimana aku menyembunyikan kacang!”. “Dua di masing-masing tangan dan satu di mulutmu”, Jawab Jack, dengan kecepatan...